Floaters – Pengertian, Penyebab, Gejala….

Floaters

rhisehat.comFloaters atau vitreous opacities adalah bayangan bintik atau garis yang tampak mengambang atau melayang-layang pada penglihatan. Kemunculan bayangan ini bisa mengganggu kemampuan melihat. Namun, floaters sebenarnya umum terjadi dan tidak berbahaya. Meskipun, pada beberapa kasus, kondisi ini bisa muncul akibat komplikasi penyakit tertentu.

Pada kondisi yang ringan dan tidak berbahaya, bayangan yang muncul biasanya berjumlah sedikit dan hanya muncul sesekali. Kondisi ini juga tidak bertambah parah serta tidak mengganggu penglihatan. Secara umum, ukuran bintik dan bayangan yang muncul bisa bervariasi, mulai dari ukuran kecil sampai titik besar atau bentuk benang yang panjang.

Floaters biasanya muncul saat seseorang melihat cahaya terang seperti matahari. Bisa juga saat menatap warna dasar, seperti warna putih, terlalu lama. Namun, jika kondisi ini disebabkan oleh penyakit, floaters dapat terlihat setiap saat.

Sebagian besar floaters mata disebabkan oleh perubahan karena pertambahan usia karena zat seperti jeli (vitreous) di dalam mata Anda menjadi lebih cair. Serat mikroskopis di dalam vitreous cenderung menggumpal dan dapat memberikan bayangan kecil pada retina Anda. Bayangan itulah yang disebut dengan floaters.

Penyebab

Di antara bagian depan dan belakang mata terdapat vitreus, yaitu cairan berupa lendir yang kenyal. Vitreus berisi air, kolagen, dan hyaluronan yang berfungsi untuk mempertahankan bentuk bola mata dan menyalurkan cahaya ke retina. Pada mata normal, cahaya masuk melewati lensa, kornea, dan vitreus, menuju ke retina yang terletak di bagian belakang mata.

Sedangkan floaters dapat timbul ketika vitreus (cairan serupa gel yang mengisi bola mata) berkurang, sehingga membentuk untaian kolagen. Untaian ini menimbulkan bayangan yang ditangkap oleh retina mata sebagai floaters. Dalam banyak kasus, floaters tidak berbahaya dan merupakan akibat dari proses penuaan. Floaters juga dapat muncul tanpa penyebab yang jelas.

Tapi, ada pula masalah serius yang menimbulkan floaters, seperti ablasio retina (retinal detachment), infeksi, peradangan (uveitis), perdarahan, dan luka pada mata. Floaters juga lebih umum ditemui pada mereka yang pernah menjalani operasi katarak, mengidap diabetes, dan miopia (rabun jauh). Gangguan pada vitreus dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, antara lain:

Usia
Seiring bertambahnya usia, kekentalan vitreus akan berkurang. Akibatnya, vitreus akan mengerut, dan beberapa bagian dalam bola mata akan ikut tertarik. Kondisi ini disebut juga dengan posterior vitreous detachment.

Saat vitreus mengerut dan bertambah padat, kolagen di dalamnya juga akan menggumpal dan menghalangi jalannya cahaya. Akibatnya, gambar yang diterima oleh retina akan memiliki bayang-bayang kecil atau floaters.

Perdarahan pada mata
Darah tidak dapat ditembus oleh cahaya. Oleh karena itu, perdarahan pada vitreus dapat menghalangi jalannya cahaya. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan perdarahan di vitreus antara lain trauma langsung pada mata atau gangguan pada pembuluh darah di dalam mata, seperti yang terjadi pada kasus retinopati diabetik.

Peradangan pada mata bagian belakang
Kondisi ini disebut juga dengan istilah uveitis posterior. Pada kondisi ini, uvea (lapisan mata yang terletak di belakang mata) mengalami peradangan, misalnya akibat infeksi. Kondisi ini dapat menyebabkan sel-sel peradangan masuk ke dalam vitreus dan terlihat sebagai floaters.

Robekan pada retina
Robekan pada retina dapat terjadi ketika vitreus mengerut dan menarik lapisan retina. Apabila tidak segera diatasi, robekan ini akan menyebabkan lepasnya lapisan retina (ablasi retina). Ketika retina terlepas, otomatis cahaya tidak bisa diterima dengan baik sehingga timbul bayangan berupa floaters.

Tumor mata
Tidak semua tumor dapat menyebabkan floaters, kecuali jika lokasinya dekat dengan vitreus atau sudah menyebar ke vitreus. Tumor mata dapat berupa tumor ganas atau jinak.

Operasi dan prosedur pada mata
Penyuntikan obat-obatan tertentu ke dalam vitreus dapat menghasilkan gelembung yang bisa menimbulkan floaters. Beberapa metode operasi pada vitreus juga dapat menyebabkan munculnya gelembung yang dapat terlihat sebagai floaters.

Meski dapat terjadi pada siapa saja, terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya floaters, yaitu:

– Berusia lebih dari 50 tahun
– Mengalami rabun jauh
– Menderita diabetes
– Pernah menjalani operasi katarak
– Memiliki anggota keluarga dengan riwayat ablasi retina

Gejala

Kondisi ini ditandai dengan munculnya bintik atau bayangan pada penglihatan. Bentuk ini dapat berupa bintik hitam, untaian serupa benang, garis, dan sebagainya. Pada umumnya, kondisi ini tidak mengakibatkan rasa sakit serta tidak mengganggu penglihatan. Namun, ada beberapa gejala yang sebaiknya diwaspadai dan tidak dianggap sepele.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai adalah adanya pertambahan atau perubahan mendadak floaters, terutama jika disertai nyeri, kilatan cahaya, dan gangguan lapang pandang. Jika terdapat tanda tersebut, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Pengobatan Floaters

Pada sebagian besar kasus, floaters tidak memerlukan pengobatan khusus karena dapat hilang dengan sendirinya. Pasien hanya perlu menyesuaikan diri untuk dapat melihat tanpa merasa terganggu oleh floaters.

Namun, pada floaters yang disebabkan oleh penyakit atau kondisi lain, pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya. Sebagai contoh, operasi dapat dilakukan untuk menangani floaters akibat ablasi retina. Sedangkan, obat antimikroba digunakan untuk mengatasi floaters yang disebabkan oleh peradangan pada uvea.

Untuk floaters yang hilang timbul, penanganan dapat dilakukan secara mandiri dengan memutar bola mata ke kiri dan kanan, serta ke atas dan bawah. Bayangan akan ikut bergerak sesuai dengan pergerakan cairan di dalam mata dan perlahan-lahan dapat menghilang.

Jika floaters tidak disebabkan oleh penyakit tertentu tetapi dirasa sangat mengganggu, terdapat beberapa pilihan pengobatan yang bisa disarankan, seperti:

Terapi laser
Dokter akan mengarahkan sinar laser khusus pada vitreus untuk menghancurkan gumpalan yang menyebabkan floaters menjadi partikel yang lebih kecil. Tujuannya adalah agar bayangan yang terbentuk tidak menggangu penglihatan.

Vitrektomi
Jika terapi laser tidak banyak membantu, vitrektomi dapat menjadi pilihan. Operasi ini dilakukan dengan mengangkat seluruh vitreus dan menggantinya dengan cairan garam steril yang dapat mempertahankan bentuk mata.

Perlu diketahui bahwa kedua terapi di atas sama-sama membawa risiko kerusakan pada retina. Selain itu, floaters mungkin tidak sepenuhnya hilang dan masih ada kemungkinan floaters baru akan terbentuk lagi. Oleh karena itu, manfaat dan risiko melakukan terapi ini perlu didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter.

Pencegahan Floaters

Floaters umumnya merupakan kondisi yang terjadi secara alami dan tidak dapat dicegah. Pencegahan terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan mencegah dan menangani kondisi yang dapat menyebabkan floaters, antara lain:

– Menggunakan pelindung mata saat sedang bekerja dengan alat berat atau melakukan olahraga tertentu untuk mencegah cedera pada mata
– Mengontrol gula darah untuk mencegah perdarahan vitreus akibat retinopati diabetik

Aldokter. Floaters. Accessed on 2022
Halodoc. Floaters. Accessed on 2022
Hellosehat. Floaters. Accessed on 2022
nei.nih. Floaters. Accessed on 2022