Manfaat Katuk

Manfaat Daun Katuk

Katuk adalah spesies tumbuhan yang banyak terdapat di Asia Tenggara termasuk ke dalam genus sauropus dalam suku phyllanthaceae.

daun katuk

Daun katuk (Sauropus androgynous) dapat dikenali dari ukurannya yang kecil, berwarna hijau gelap, dan disertai corak keperakan pada bagian tengahnya. Di Indonesia, daun katuk biasa digunakan sebagai bahan masakan, dikonsumsi langsung sebagai menu lalapan, atau dikonsumsi sebagai teh herbal dan suplemen.

Manfaat Daun Katuk bagi Kesehatan
Berkat kandungan berbagai nutrisi di dalamnya, daun katuk menawarkan ragam manfaat bagi kesehatan tubuh, seperti:


1. Meningkatkan produksi ASI

Produksi ASI dipengaruhi oleh hormon prolaktin dan oksitosin. Sebuah penelitian membuktikan bahwa kandungan vitamin A dalam daun katuk bermanfaat untuk meningkatkan kadar hormon prolaktin, sehingga produksi ASI juga meningkat.

Namun, daun katuk bukanlah satu-satunya cara untuk memperbanyak ASI. Untuk melancarkan produksi ASI, ibu menyusui perlu mencukupi kebutuhan nutrisi dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, minum air putih yang cukup, beristirahat yang cukup, dan mengurangi stres.

2. Menurunkan kadar gula darah

Beberapa riset menunjukkan manfaat daun katuk dalam menurunkan kadar gula darah dan menjaganya tetap stabil. Oleh karena itu, daun katuk baik dikonsumsi untuk menurunkan risiko terkena diabetes.


3. Mencegah obesitas

Obesitas adalah masalah kesehatan kompleks yang terjadi ketika penderitanya memiliki berat badan yang sangat berlebih akibat penumpukan jaringan lemak di dalam tubuh.

Sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak daun katuk bermanfaat untuk mengurangi pembentukan jaringan lemak, sehingga bisa mencegah obesitas. Sayangnya, manfaat daun katuk ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

4. Menyembuhkan luka

Manfaat daun katuk selanjutnya adalah mempercepat penyembuhan luka. Manfaat ini didapatkan berkat kandungan antioksidan dan antibakteri di dalam daun katuk.

Kandungan antioksidan dalam daun katuk dipercaya dapat mempercepat regenerasi jaringan baru. Sementara itu, aktivitas antibakteri pada daun ini diduga dapat melawan bakteri yang menginfeksi luka penderita diabetes.

5. Mengatasi peradangan

Peradangan merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi atau cedera, dan biasanya akan mereda dengan sendirinya. Meski demikian, peradangan kadang bisa berlangsung lama. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit jantung dan kanker.

 

Sumber : alodokter

 

Reza Herbal Indonesia