Metode KB Alami

Metode KB Alami

Metode KB alami adalah salah satu cara untuk mengendalikan kemungkinan kehamilan tanpa melibatkan alat kontrasepsi, obat, dan prosedur tertentu, seperti sterilisasi atau vasektomi. Penggunaan jenis KB ini dinilai lebih aman daripada alat kontrasepsi karena tidak menimbulkan efek samping.
KB alami sering menjadi pilihan bagi wanita yang tidak cocok menggunakan alat kontrasepsi. Metode KB ini juga biasanya digunakan untuk mencegah efek samping dari kontrasepsi hormonal, seperti pil KB, KB suntik, dan KB implan atau susuk.

Berikut ini beberapa metode KB alami  :

1. Menghindari berhubungan pada masa subur
Ketika berhubungan pada masa subur atau ovulasi, sperma akan lebih mudah membuahi sel telur. Hal ini membuat peluang wanita untuk hamil menjadi lebih tinggi.
Biasanya, masa-masa paling subur dari seorang wanita adalah mendekati ovulasi.
Oleh karena itu, untuk mencegah kehamilan dengan KB alami, Anda perlu menghindari hubungan intim saat sedang berada pada masa ovulasi atau beberapa hari sebelum dan setelahnya.

Untuk mengetahui kapan seorang wanita mengalami ovulasi setiap bulannya, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan:

Metode ukur suhu basal tubuh
Saat ovulasi, suhu basal tubuh wanita akan meningkat hingga 0,3o Celcius. Jika suhu tubuh Anda tetap sama selama 3 hari atau lebih, kemungkinan besar Anda sedang pada masa subur dan dianjurkan untuk tidak berhubungan.
Untuk mengetahui suhu basal tubuh, Anda bisa memakai termometer digital.
Waktu pengukuran suhu basal tubuh terbaik adalah pagi hari sebelum Anda beranjak dari tempat tidur.

Metode kalender
Jika memiliki siklus menstruasi 28 hari, kemungkinan masa ovulasi Anda adalah pada hari ke-14. Hari ke-1 adalah hari pertama menstruasi Anda dan hari ke-28 adalah hari terakhir sebelum hari pertama menstruasi Anda selanjutnya.
Setelah mengetahui perkiraan hari menstruasi, Anda bisa menghitung mundur sebanyak 12–16 hari dan ini merupakan perkiraan masa subur Anda. Dalam rentang waktu tersebut, Anda dianjurkan untuk tidak berhubungan intim guna mencegah kehamilan.
Cara ini cukup mudah dilakukan bila Anda memiliki pola menstruasi yang teratur. Bila menstruasi Anda tidak teratur dan kesulitan menentukannya, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Metode lendir serviks
Metode ini mengharuskan Anda untuk memeriksa pola lendir serviks selama siklus menstruasi. Sebelum proses ovulasi terjadi, Anda akan mengeluarkan lebih banyak lendir vagina yang lebih encer dari biasanya.
Untuk mengetahui perubahan lendir serviks, Anda bisa mulai memperhatikan dan mencatat kondisi cairan yang keluar dari vagina sejak satu hari setelah menstruasi selesai. Anda bisa melihatnya dari cairan yang menempel di celana dalam atau menyeka organ intim menggunakan kain atau tisu.
Untuk mencegah kehamilan, hindari berhubungan seksual sejak hari pertama lendir serviks keluar dengan tekstur berbeda hingga empat hari setelah hari puncak masa ovulasi Anda.

2. Memberikan ASI eksklusif
Memberikan ASI eksklusif dapat menghambat proses ovulasi dan menstruasi pada ibu yang baru melahirkan. Ini bisa menjadi pilihan KB secara alami setidaknya hingga bayi berusia 6 bulan dan belum masuk masa MPASI.
Untuk mencegah kehamilan dengan ASI eksklusif, Anda harus siap menyusui bayi kapanpun dia membutuhkannya pada siang dan malam. Bayi biasanya membutuhkan asupan ASI setiap 4 jam sekali. Namun, cara ini tidak akan efektif jika Anda menyusui dengan memerah ASI dan jadwal pemberian ASI tidak eksklusif atau saat bayi sudah memasuki masa MPASI.
Jika Anda telah menstruasi kembali, hal ini menandakan bahwa ovarium telah melepas sel telur sehingga Anda bisa kembali hamil. Jika hal ini terjadi, Anda dianjurkan untuk menggunakan metode KB lainnya.

3. Senggama terputus
Cara ini dilakukan dengan ejakulasi di luar vagina (keluarnya sperma).
Mengeluarkan cairan ejakulasi di luar vagina masih memungkinkan untuk terjadinya kehamilan.
Cairan ini bisa saja mengandung sperma di dalamnya. Jadi, KB alami ini bisa dikatakan gagal jika sel sperma itu berhasil berenang masuk ke dalam rahim dan membuahi sel telur.
Untuk mempraktikkan KB alami ini, membutuhkan konsentrasi tinggi agar berhasil melakukannya.

4. Ramuan Herbal
Ramuan herbal dan obat tradisional disebut-sebut dapat menjadi KB alami sebagai pencegah kehamilan.
Salah satu herbal yang telah diuji melalui sebuah penelitian adalah kunyit.
Penelitian yang di publikasikan dalam jurnal Molecular Reproduction and Development NIH. Penelitian menunjukkan, kandungan kurkumin pada kunyit dapat menurunkan motilitas (pergerakan sperma), proses akrosom (sperma menembus sel telur) dan pembuahan.

KB alami memang tidak menguras biaya dan tanpa risiko efek samping. Namun, perlu diingat bahwa metode ini tentu tidak seefektif penggunaan alat kontrasepsi.
Meski begitu, Anda tetap bisa mencegah kehamilan dengan KB alami selama memiliki motivasi dan kemauan yang kuat serta bisa menerapkan cara-caranya dengan tepat. Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar KB alami, Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter.

Hellosehat.Diakses pada 2022. 
Alodokter.Diakses pada 2022.
Sehatq.Diakses pada 2022.