Night terror (teror tidur)- Pengertian, Penyebab, Gejala….

Night terror (teror tidur)

rhisehat.com-Night terror (teror tidur) adalah gangguan tidur yang membuat seseorang mengalami halusinasi, berteriak, takut, napas lebih cepat, berkeringat, bahkan menangis di tengah tidurnya. Kondisi ini biasanya terjadi pada beberapa jam pertama setelah Anda tertidur.

Teror tidur adalah gangguan tidur yang masuk dalam kategori parasomnia, bukan sekadar mimpi buruk. Parasomnia sendiri adalah kumpulan gejala yang mengganggu seseorang ketika hendak tidur, sudah terlelap, atau ketika terbangun dari tidur. Sementara, mimpi buruk terjadi pada dini hari, biasanya ketika sudah pulas, dengan pergerakan mata cepat dan melibatkan mimpi yang tidak mengenakkan atau menyeramkan.

Penyebab

Seperti parasomnia lainnya, ada beberapa bukti bahwa night terror memiliki komponen genetik dan lebih mungkin terjadi pada individu yang memiliki riwayat keluarga parasomnia, khususnya orang tua atau saudara kandung.

Selain itu, orang yang memiliki gangguan tidur lain seperti asma nokturnal, apnea tidur obstruktif, sindrom kaki gelisah, atau refluks gastroesofagus memiliki risiko tinggi mengalaminya. Secara khusus, apnea tidur obstruktif (OSA), gangguan pernapasan, terjadi pada lebih dari setengah anak-anak yang dirujuk ke dokter karena teror tidur.

Meski kondisi yang dijelaskan di atas dapat mempengaruhi seseorang mengalami parasomnia, sejumlah faktor telah terbukti memicu kemunculannya, yaitu:

– Demam
– Kurang tidur
– Kecemasan perpisahan pada anak-anak
– Periode tekanan emosional atau konflik
– Gangguan jadwal tidur
– Obat-obatan tertentu
– Penggunaan dan penyalahgunaan alkohol
– Sakit kepala migrain
– Cedera kepala

Gejala Dan Tanda

Berikut ini adalah gejala night terror yang umumnya terjadi.

– Menjerit.
– Berkeringat.
– Kebingungan atau linglung.
– Melihat hal-hal menakutkan.
– Jantung berdebar-debar.
– Menggerakkan tangan dan kaki serta kadang-kadang berjalan saat tidur.
– Bangun dengan mata terbelalak.

Beberapa orang tidak menyadari lingkungan di sekitar mereka atau sulit ditenangkan. Sekali kondisinya muncul, mereka sering tidak bisa menjelaskan atau mengingat apa yang telah terjadi.

Cara Mengatasi Hipersomnia

Membuat rutinitas tidur yang menenangkan dapat membantu anak-anak untuk lebih rileks dan menghindarkan mereka dari night terror. Nah, berikut ini beberapa pencegahan yang dapat membantu mengatasi masalah tidur anak:

– Jangan biarkan anak terlalu lelah. Tetapkan waktu tidur rutin (jam tidur dan bangun) dan tetaplah berpatokan dengan itu, bahkan di akhir pekan. Pastikan Si Kecil mendapatkan jumlah tidur yang dia butuhkan. Anak-anak dapat tidur dengan sangat nyenyak jika jam tidurnya teratur.
– Lakukan rutinitas yang menenangkan kira-kira satu jam sebelum tidur. Rutinitasnya harus mencakup kegiatan santai, seperti mendengarkan musik lembut, membaca, atau memandikan Si Kecil dengan air hangat. Hindari membiarkan anak menggunakan perangkat elektronik saat mendekati jam tidur. Bila perlu, singkirkan perangkat elektronik dari kamar tidur anak untuk menghindari godaan.
– Jaga agar kamar tidur tetap sejuk dan nyaman.
– Jangan ajak anak beraktivitas setelah kamu menyelesaikan rutinitas tidurnya. Saat sudah jam tidur, beri mereka ciuman dan tinggalkan mereka.

Helodoc. Accessed on 2022. Diseases & Conditions. Night terror (teror tidur).
Hallosehat. Accessed on 2022. Diseases & Conditions. Night terror (teror tidur).
Merdeka. Accessed on 2022. Diseases & Conditions. Night terror (teror tidur).