Risiko Berbahaya Di Balik Anal Seks

Risiko Berbahaya di Balik Seks Anal !!!

Seks anal sering kali dilakukan untuk meningkatkan kepuasan seksual atau menghindari kehamilan. Meski demikian, ada risiko kesehatan yang perlu diwaspadai saat melakukannya.

Seks anal adalah aktivitas seksual di area anal yang umumnya meliputi, penetrasi penis ke anus, penetrasi jari atau mainan seks ke anus, atau seks oral yang dilakukan dengan menstimulasi anus menggunakan mulut atau lidah.

Bahaya di Balik Seks Anal

Anus adalah organ tubuh yang sangat sensitif karena dipenuhi dengan ujung saraf sehingga dapat menjadi area stimulasi seks yang menyenangkan bagi beberapa orang. Namun, kesenangan ini juga tak luput dari risiko.

Berikut adalah bahaya di bahaya di balik seks anal yang perlu Anda waspadai:

1. Terkena penyakit menular seksual

Dibandingkan aktivitas seksual lainnya, seks anal yang melibatkan penetrasi ke anus, baik melalui penis, jari, maupun mulut, dapat meningkatkan risiko Anda untuk terkena penyakit menular seksual, seperti:

HIV
Herpes kelamin
Kutil kelamin
Klamidia
Hepatitis B
Hepatitis A
Gonore
Sifilis
Pasalnya, lapisan anus sangatlah tipis dan tidak memiliki pelumas alami, sehingga rentan timbulnya luka. Luka pada anus membuat bakteri dan virus dapat masuk dengan mudah ke pembuluh darah sehingga mempercepat penyebaran infeksi.

Perlu Anda ketahui bahwa menggunakan pelumas dalam seks anal pun tidak akan mencegah risiko terjadinya luka pada anus.

Selain itu, meski Anda atau pasangan yang melakukan stimulasi atau penetrasi tidak mempunyai penyakit menular seksual, terdapat bakteri yang secara alami hidup di anus sehingga tetap berisiko terjangkit.

Terlebih lagi, jika hubungan seksual yang dilakukan dari anus berpindah ke vagina. Hal ini berpotensi besar menimbulkan perpindahan bakteri dan memicu infeksi saluran kencing.

2. Melemahkan cincin otot anus

Anus didesain dengan otot yang menyerupai cincin untuk mengatur aktivitas buang air besar. Cincin otot ini disebut sfingter. Cincin otot anus membuka saat buang air besar dan menutup setelah buang air besar selesai.

Seks anal berulang dalam jangka panjang dapat melemahkan otot ini sehingga berisiko menyebabkan penerima seks anal kesulitan mengontrol buang air besar.

3. Mengiritasi wasir

Meski jarang terjadi, proses penetrasi penis ke anal dapat mengiritasi wasir yang sudah ada dan luka pada usus besar. Ini merupakan kondisi berbahaya yang memerlukan penanganan medis, seperti pemberian antibiotik untuk mencegah infeksi atau bahkan operasi.