Jantung, Penyebab, Gejala Dan Cara Mencegahnya

Pengertian Penyakit Jantung

Jantung adalah otot yang terbagi menjadi empat ruang. Dua ruang terletak di bagian atas, yaitu atrium (serambi) kanan dan kiri. Sementara dua ruang lagi terletak di bagian bawah, yaitu ventrikel (bilik) kanan dan kiri. Di antara ruang kanan dan kiri tersebut, ada dinding otot (septum) yang mencegah darah kaya oksigen bercampur dengan darah miskin oksigen.
Penyakit jantung adalah kondisi ketika jantung mengalami gangguan. Bentuk gangguan itu sendiri bermacam-macam, bisa berupa gangguan pada pembuluh darah jantung, katup jantung, atau otot jantung. Penyakit jantung juga dapat disebabkan oleh infeksi atau kelainan lahir.

Fakta-Fakta Mengenai Jantung

Penyakit jantung sering disebut dengan istilah “the silent killer” alias diam-diam mematikan. Faktanya, dari banyak kasus yang ada, hanya sedikit penderita yang menyadari bahwa mereka mengalami penyakit jantung.
Sampai saat ini penyakit jantung masih menjadi salah satu kondisi yang mengancam keselamatan jiwa di seluruh dunia.

  • Bisa Dialami Sejak Lahir
  • Penyakit Jantung Bisa Bervariasi
  • Menyerang Segala Usia
  • Gejala Berbeda pada Wanita dan Pria
  • Memiliki Gejala Umum

Penyebab Penyakit Jantung

Penyebab penyakit jantung pada umumnya adalah adanya penyumbatan, peradangan, atau kerusakan pada jantung dan pembuluh darah di sekitarnya. Kondisi itu kemudian menghambat aliran darah menuju jantung, sehingga suplai oksigen dan nutrisi di otot dan jaringan di sekitar jantung berkurang

  • Jenis kelamin
  • Kurang gerak
  • Usia
  • Setres
  • Paktor Keturunan

Gejala Penyakit Jantung

Jika penyakit jantung menyumbang angka kematian kedua terbanyak di Indonesia, masalah kesehatan ini ternyata menjadi sumber kematian paling tinggi di Amerika Serikat. Ternyata, para ahli dari National Institutes of Health – MedlinePlus, ada banyak jenis dari penyakit jantung. Kamu bisa melakukan pengecekan risiko diri lebih mudah melalui tautan berikut.

  • Nyeri sampai kelengan
  • Detak jantung kerap tidak teratur atau cepat
  • Rasa tidak nyaman di dada
  • Sakit menjalar ke bagian rahang atau punggun
  • Pusing dan pening

Makanan Yang Harus Dihindari Pengidap Jantung

Penyakit jantung dapat menyebabkan komplikasi parah mengancam jiwa. Oleh karena itu, orang yang mengalami gejala penyakit kardiovaskuler ini harus mendapatkan perawatan dokter segera. Nah, agar gejalanya tidak kambuh, pasien harus minum obat. Selain itu, menghindari pantangan makanan yang dapat memperparah penyakit jantung. Lantas, apa saja makanan dan minuman yang dilarang untuk pengidap penyakit jantung? Cari tahu jawabannya berikut ini.

  • Gorengan
    Gorengan merupakan berlemak yang prosesnya menggunakan deep fried, sehingga memakai banyak minyak.
    Terlalu banyak mengonsumsi makanan berminyak seperti digoreng bisa memicu gangguan aliran darah hingga obesitas.
    Sudah ada banyak hasil studi gizi yang menyebut bahwa makanan yang digoreng serta berminyak, membuka peluang tinggi risiko terkena penyakit jantung.
  • Daging Merah
    Jenis daging merah ini bervariasi, seperti daging sapi, kambing, domba, atau babi, yang biasanya tinggi lemak.
    Makanan tinggi lemak kerap dikaitkan mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL).
    Menurut penelitian, mengonsumsi terlalu banyak daging merah bisa meningkatkan risiko jantung koroner.
  • Makanan siap saji
    Fast food atau makanan cepat saji seperti donat, pizza, burger, kentang goreng, es krim, rata-rata mengandung banyak gula, tinggi garam, dan lemak jenuh.
    Selain itu, hampir semua makanan cepat saji mengandung banyak karbohidrat tanpa diimbangi kandungan nutrisi yang cukup.
    Ketika mengonsumsi makanan cepat saji, kemungkinan besar karbohidrat makanan itu menghasilkan gula, lalu masuk ke aliran darah dan mengganggu kerja jantung semakin buruk.
  • Alkohol
    Alkohol tidak selalu dijumpai dalam minuman. Beberapa makanan juga banyak yang menggunakan alkohol atau rhum sebagai campurannya.
    Jenis makanan yang mengandung alkohol ini berpotensi melemahkan otot jantung, sehingga sistemnya tidak dapat memompa aliran darah secara efektif.
    Oleh karenanya, makanan beralkohol sebaiknya tidak diberikan kepada penderita penyakit jantung.
  • Pasta, nasi, dan roti putih
    Makanan yang dihindari bagi penderita penyakit jantung yaitu nasi putih, roti putih, pasta, mi instan karena tidak memiliki kandungan serat, mineral dan nutrisi baik bagi jantung.
    Di samping itu, mengonsumsi terlalu banyak mi instan juga meningkatkan faktor risiko obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol, dan gula darah yang semuanya memicu penyakit jantung dan diabetes, berdasarkan studi oleh Harvard School of Public Health (HSPH).
    Sebagai gantinya, penderita sakit jantung bisa beralih mengonsumsi nasi merah, quinoa, atau oatmeal yang rendah gula.
    Makanan pengganti tersebut mampu menekan kadar kolesterol jahat (LDL) sehingga menurunkan risiko penyakit jantung.

SEMOGA BERMANFAAT

——–REZA HERBAL INDONESIA——-